TRANSISI DALAM HUBUNGAN KELUARGA
Remaja dan Keluarga
Dengan kekhasan remaja, sering menimbulkan perselisihan dalam keluarga, sehingga mempengaruhi suasana rumah. Bila ini terjadi, biasanya kesalahan terletak pada kedua belah pihak:
1. Orang tua memperlakukan remaja seperti anak kecil. Padahal mereka menginginkan anak remaja "bertindak sesuai dengan usianya" terlebih bila berhubungan dengan masalah tanggung jawab.
2. Kesenjangan Generasi antara remaja dengan orang tua
Kesenjangan generasi yang paling menonjol terjadi di bidang norma sosial, seperti perilaku seksual yang sekarang banyak dilakukan oleh remaja, adalah perilaku yang sangat terlarang oleh orang tua pada usia yang sama.
Perilaku yang ditunjukkan oleh Remaja Ketika Menghadapi Keadaan ini adalah:
1. Mengkritik
2. Verbal Attack (marah-marah, menyerang, mengumpat)
3. Permusuhan
Kondisi-Kondisi yang Mempengaruhi Suasana Rumah:
1. Saling Pengertian
· dengan empati
· Komunikasi yang baik
· Saling membagi pengalaman
2. Pertentangan di luar otonomi
· Merupakan simbol status bagi remaja yang menggambarkan bukan anak-anak lagi, ingin mandiri
· Tapi orang tua masih ingin untuk mengendalikan remaja
3. Konflik dalam hal pandangan dan pendapat
Adanya gap generasi budaya atau perbedaan budaya
4. Kebersamaan
Ayah dan ibu saling membagi dalam pengasuhan remaja. Konflik dapat terjadi apabila ada ketidakkonsistenan pola pengasuhan antara ayah dan ibu.
5. Pengawasan/kontrol orang tua
Pola pengasuhan yang kuat, biasanya menyebabkan sikap melawan
6. Hubungan perkawinan
Keharmonison keluarga
7. Keretakan keluarga
8. Susunan dan ukuran keluarga
Semakin kecil keluarga, semakin besar hubungan intrapersonal
9. Masuknya anggota keluarga lain atau orang lain
Dalam keluarga inti atau keluarga batih, akan lebih akrab dibandingkan keluarga yang besar.
10. Status sosial ekonomi keluarga
11. Pekerjaan orang tua
12. Aspirasi orang tua
Aspirasi orang tua mempengaruhi kebebasan remaja, terutama jika aspirasi yang tidak realistik.
Misalnya: orang tua memaksa anak menjadi dokter
13. Konsep aturan keluarga
· Diharapkan orang tua membimbing remaja menjadi dewasa
· Sering kali konsep tradisional orang tua betentangan dengan kebebasan remaja
14. Kesukaan
Kedekatan dengan anggota keluarga (pilih kasih)
Sebab Umum Pertentangan Keluarga Selama Masa Remaja:
Biasanya lebih banyak terjadi pada masa remaja awal dan pada anak laki-laki.
1. Standar perilaku
Remaja sering menganggap standar perilaku orang tua yang kuno dan yang modern berbeda dengan standar perilaku orang tua yang kuno harus menyesuaikan diri dengan yang modern
2. Metode disiplin
Kalau metode disiplin orang tua dianggap tidak adil, maka akan terjadi pemberontakan pada remaja.
3 Hubungan dengan saudara kandung
Remaja bisa saja mencela kakak atau adiknya sehingga timbul pertentangan diantara mereka dan juga terhadap orang tua yang pilih kasih.
4. Merasa menjadi korban
Remaja sering merasa benci kalau status sosial ekonomi keluarga tidak memungkinkannya mempunyai simbol status yang sama dengan yang dimiliki oleh teman-temannya, seperti pakaian, mobil.
Remaja tidak menyukai bila diberikan tanggung jawab rumah tangga seperti mengasuh adik, atau bila ada orang tua tiri masuk dan mencoba "memerintah".
5. Sikap yang sangat kritis
Anggota keluarga tidak menyukai sikap remaja yang terlampau kritis terhadap diri mereka dan terhadap pola kehidupan keluarga pada umumnya.
6. Besarnya keluarga
Dalam keluarga sedang, yang terdiri dari tiga atau empat anak, lebih sering terjadi pertentangan dibandingkan dengan dalam keluarga kecil.
7. Perilaku yang kurang matang
Orang tua sering mengembangkan sikap menghukum bila para remaja mengabaikan tugas-tugas sekolah, melalaikan tanggung jawab atau membelanjakan uang semaunya. Remaja membenci sikap kritis dan sikap menghukum ini.
8. Memberontak terhadap keluarga
Orang tua dan sanak keluarga menjadi marah bila remaja mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan bahwa pertemuan-pertemuon keluarga ”membosankan" atau bila remaja menolak usul dan nasihat-nasihat mereka.
Sebab-sebab Kegagalan Komunikasi Pada Keluarga
1. Adanya perubahan sosial dan budaya yang cepat menimbulkan gap generasi
2. Remaja merasa tidak dimengerti oleh orang tua
3. Masalah dengan orang lain, sebagai penyebab rintangan dalam keluarga
4. Kurang berbagi pengalaman
Kapan Hubungan Keluarga Mulai Membaik?
Dengan berjalannya masa remaja, pertentangan dengan anggota keluarga lambat laun akan berkurang dan hubungan menjadi lebih menyenangkan dan lebih penuh kasih sayang.
Hubungan remaja-orang tua membaik bermula ketika:
1. Orang tua menyadari bahwa anak mereka bukan anak kecil lagi.
2. Terjadi pada saat orang tua berusaha mengerti remaja dan nilai budaya baru pada kelompok remaja. Walaupun tidak sepenuhnya menyetujui, dan menyadari bahwa remaja masa kini hidup dalam dunia yang berbeda dengan dunia ketika orang tua dibesarkan dulu.
3. Hal ini juga terjadi pada hubungan remaja dengan saudara kandung.
Pada awal masa remaja hubungan penuh dengan pertentangan. Kemudian remaja yang lebih tua sudah mulai bisa menerima keadaan saudaranya yang tadinya dianggap menjengkelkan ini dengan penuh kesabaran dan lebih filosofis. Kadangkala saudara yang lebih tua sering bersikap seperti orang tua terhadap adik-adiknya sehingga mengurangi pertentangan. Kakak jadi lebih diperlakukan seperti teman dan tidak banyak rasa iri.
Ibu cenderung lebih lunak terhadap anak laki-lakinya daripada anak perempuan. Anak perempuan lebih dibatasi oleh ibu, sehingga pertentangan ibu-dengan remaja putri lebih kuat, setidaknya sampai remaja akhir.
Anak laki-laki dan perempuan pada masa remaja lebih mempunyai hubungan yang kurang baik dengan ibu tiri dibandingkan dengan ayah tiri.
Hubungan yang baik dengan sesama jenis kelamin pada masa anak-anak, akan berubah menjadi kurang baik pada masa remaja. Misalnya seringnya kakak perempuan mengkritik penampilan dan perilaku adiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar