LEVEL OF ASPIRATION
Aspirasi adalah:
Harapan pada sesuatu atau cita-cita, dengan kemajuan sebagai hasil akhir.
Macam-macam Aspirasi
I Aspirasi Positif
Adalah cita-cita untuk mencapai sukses.
Ex : dapat bekerja lebih baik dari orang lain, nilai ujian yang baik
2 Aspirasi Negatif
Adalah keinginan untuk menghindari kegagalan
Ex : pus dengan terlampauinya masa ujian, tanpa memikirkan hasil
3. Aspirasi dekat-realistik
Cita-cita yang dibangun oleh seseorang untuk dirinya pada waktu itu (janqka pendek).
Ex : dapat melewati ujian dengan sukses, mengharapkan kemenangan dalam suatu pertandingan olah raga.
4. Aspirasi jauh-tidak realistik
Cita-cita yang dibangun oleh seseorang untuk masa depan.
Ex : ingin menjadi dokter, saat menjalani sekolah di SMP.
Kekuatan Aspirasi:
Kekuatan aspirasi tidak bergantung pada aspirasi dekat atau jauh, tapi bergantung pada seberapa sulit aspirasi itu dapat diraih.
Ex :
Bila kepuasan atau kepopuleran yang ingin diraih dan tidak menginginkan ijazah, berarti kita mementingkan kegiatan sosial daripada sekolah.
Hirarki Aspirasi:
Aspirasi dekat Aspirasi Jauh
·
Tahapan Yang diraih
· Motivasi
· Hasil yang ingin dicapai
· ![]()
Positif
Kalau tidak realistik Kalau realistik
Gagal Berhasil
· Ex: Ingin menjadi dokter, maka ada tahapan-tahapan yang harus dilampaui.
Tingkat Aspirasi:
Standard seseorang dalam mengharapkan sesuatu dan harapan untuk mencapai perilaku yang diharapkan
Aspirasi Realistik:
Bila mempunyai kesempatan baik untuk sukses
Aspirasi Tidak Realistik:
Jika kesempatan dalam mencapai tujuan dalam keraguan. Tingkat aspirasi tidak realistik biasanya terlalu rendah atau tinggi.
Menurut "Strang":
Orang cenderung menyusun tingkat aspirasi mereka relatif tinggi ketika mereka merasa tidak puas dengan status sekarang.
Dan mereka cenderung menyusun tingkat aspirasi relatif rendah ketika motivasi menurun, merasa gagal, takut menghadapi kenyataan secara realistik, atau saat merasa gelisah serta saat orang lain menilai kurang baik.
Metode Mempelajari Tingkat Aspirasi:
1. Mempelajari harapan-harapan remaja
2. Mempelajari idola remaja
3. Mempelajari resolusi
Resolusi menyatakan ketidakpuasan remaja terhadap dirinya dan prestasinya, sehingga dia beraspirasi meningkatkan cita-cita.
4. Experimen Laboratorium
dengan mengevaluasi hasil eksperimennya.
Pembentukan Level Of Aspiration
1. Early Training (berlatih dari kecil)
2. Ambisi orang tua
3. Harapan signifikan person (panutan)
4. Persaingan dengan orang lain
5. Pengalaman masa lalu
6. Identifikasi tokoh idola dari media massa
7. Minat dan nilai.
Variasi Aspirasi:
Remaja memiliki goal setting yang bervariasi dalam kekuaton aspirasinya.
Variasi Aspirasi disebabkan oleh Faktor:
1. Cita-cita Kultural
Budaya berbeda, memiliki standard harapan berbeda
2. Kondisi keluarga
Keluargo stabil, tujuannya jauh lebih konkrit dan menyiapkan aspirasi yang lebih tinggi
3. Posisi urutan kelahiran
Anak sulung lebih diharapkan
4. Disiplin
Disiplin otoriter, aspirasi tidak realistik
Disiplin demokratis, aspirasi realistik
5. Status kelompok
6. Kegagalan atau kesuksesan
7. Inteligensi
8. Kepribadion
Menolak diri, aspirasi rendah
Kesuksesan:
Akibat Kesuksesan:
1. Menaikkan tingkat aspirasi
2. Kegemaran beraktivitas (mengulang aktivitas)
3. Motivasi diperkuat
4. Keinginan mempublikasikon kesukseson
5. Kepuasan
6. Konsep diri positif
7. Membangun kesuksesan yang kompleks dan mengulangi kesuksesan
Kegagalan
1. Mengurangi arah tujuan
2. Membenci aktivitas dan tidak mengulangi lagi
3. Memperlemah motivasi
4. Keinginan menyembunyikan kegagalan dengan cara menghindari perasaan bersalah, dan cenderung menyalahkan orang lain.
· Mengembangkan toleransi terhadap kegagalan merupakan introspeksi diri
· Mengembangkan realisme diri, merupakan cermin akan kekuatan dan kelemahannya.
· Ketidakpuasan diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar