MINAT PADA REMAJA
Minat Remaja
Minat laki-laki berbeda dengan minat perempuan, karena anak perempuan diharapkan berperilaku feminin dan laki-laki diharapkan maskulin.
Pada minat ini telah terjadi perubahan dari minat anak-anak menjadi minat yang lebih matang, sebagai akibat dari:
1. Tanggung jawab yang lebih besar yang harus dipikul oleh remaja yang lebih tua dan berkurangnya waktu yang dapat digunakan sesuka hati. Oleh karena itu mereka harus membatasi diri terhadap minat yang selama ini sering mereka lakukan yaitu minat rekreasi.
2. Minat yang selama ini mereka anggap penting seperti minat terhadap pakaian dan penampilan, sekarang minat itu menjadi berkurang dan beralih ke minat karier.
3. Pengalaman membuat remaja lebih bisa menilai minatnya secara lebih kritis dan melihat mana yang lebih penting. Sehingga remaja bisa menfokuskan minatnya tersebut.
Beberapa Minat Remaja:
1. Minat Rekreasi
Remaja cenderung menghentikan aktivitas rekreasi yang menuntut banyak pengorbanan tenaga. Banyaknya rekreasi yang diikuti remaja juga sangat dipengaruhi oleh derajat kepopuleran. Karena banyak jenis rekreasi yang memerlukan partisipasi kelompok sebaya, maka remaja yang mempunyai sedikit teman terpaksa memusatkan perhatian pada bentuk rekreasi yang bisa dilakukan sendiri, seperti:
· Olah Raga
Bersifat pasif, yang banyak digemari yaitu permainan kartu.
· Membaca
Remaja cenderung menyukai majalah daripada buku-buku. Lama kelamaan, yang menjadi populer adalah Surat kabar.
· Menonton Film, Televisi
Menonton TV tidak begitu menarik karena berbagai alasan. Pertama karena remaja sangat kritis terhadap berbagai macam acara yang ditayangkan, dan alasan kedua karena remaja tidak bisa membaca atau belajar karena adanya TV tersebut. Remaja lebih suka menonton ke bioskop sebagai ajang kencan mereka. Yang perempuan lebih menyukai film romantis dan yang laki-laki lebih menyukai film-film yang bersifat petualangan.
· Mendengarkan Radio
Remaja lebih gemar mendengarkan musik sambil membaca atau belajar, terutama mendengarkan siaran radio yang, memutar lagu-lagu populer.
· Bepergian, bersantai
Remaja suka bersantai sambil berbincang-bincang dengan teman-temannya. Kalau mereka lagi libur sekolah, remaja suka bepergian ke luar kota yang jauh dari rumah mereka, terutama bagi remaja yang ekonominya golongan menengah ke atas.
· Hobi
Sebagian remaja juga suka melakukan hobi mereka seorang diri yang tidak melibatkan banyak orang. Seperti memperbaiki alat elektronik yang rusak, menulis cerita atau puisi-puisi, dll.
· Melamun
Melamun merupakan bentuk rekreasi yang sangat banyak dilakukan oleh remaja apalagi pada waktu tidak banyak kegiatan dan bersantai. Mereka melamunkan sebagai orang yang dielukan dalam kelompoknya.
2. Minat Sosial
Minat sosial adalah bagaimana seorang remaja peduli kepada lingkungan sosial, yang semuanya tergantung kepada:
· Kesempatan untuk mengembangkan minat
· Tingkat kepopulerannya.
Remaja yang status sosialnya rendah, punya kesempatan yang sedikit untuk mengembangkan minatnya, seperti:
ü Pesta
Anak perempuan lebih menyukai pesta daripada laki-laki.
ü Ngobrol
Remaja memperoleh rasa aman bila berada diantara teman-teman dan membicarakan hal yang menarik, dan merupakan kesempatan untuk mengeluarkan isi hati dan mereka beranggapan memperoleh pandangan baru terhadap masalah yang dihadapi.
ü Peristiwa dunia
Melalui pelajaran dan media massa, remaja mengembangkan minat terhadap pemerintahan, politik dan peristiwa dunia. Minat ini diungkapkan melalui bacaan, pembicaraan dengan teman-teman, guru dan orang tua.
ü Kritik-Pembaharuan
Remaja putri lebih kritis dan berusaha memperbaiki orang tua, temanteman, sekolah dan masyarakat. Biasanya kritikannya bersifat merusak.
3. Minat Pribadi
Minat yang terkuat, karena dukungan sosial sangat besor dipengaruhi oleh penampilan diri dan kelompok sosial menilai dirinya berdasarkan yang dimilikinya "simbol status".
· Minat pada Penampilan
Mencakup perhiason pribadi, kerapihan, daya tarik, bentuk tubuh.
· Minat pada pakaian
Karena penyesuaian pribadi dan sosial dipengaruhi sikap teman-teman sebaya terhadap pakaian, maka remaja menyesuaikan diri dengan apa yang diharapkan oleh kelompok dalam hal berpakaian. Remaja putri menyadari bahwa penampilan merupakan modal untuk mencari kerja.
· Minat pada prestasi
Prestasi yang baik membuat kepuasan tersendiri pada pribadi dan menimbulkan kepopuleran, baik itu dari bidang pendidikan, olah raga, dan kegiatan sosial.
· Minat pada kemandirian
Berawal pada masa remaja awal, ini banyak menimbulkan perselisihan dengan orang tua, terutama anak perempuan, karena anak perempuan lebih diminta untuk patuh sehingga terjadi pemberontakan terhadap pengekangan di rumah.
· Minat pada uang
Beranggapan bahwa uang adalah kunci kebebason. Bisanya remaja berusaha medapatkan uang sebanyak mungkin, tanpa peduli jenis pekerjaan yang dilakukan.
4. Minat Pada Pendidikan
Remaja suka mengeluh tentang sekolah, larangan-larangan, pekerjaan rumah, dll. Remaja bersikap kritis terhadap guru dan cara guru mengajar. Ini sudah merupokan "mode" bagi remaja.
Remaja yang ingin jadi populer harus menghindari kesan bahwa ia "pandai". Tapi sebagian besar remaja muda dapat menyesuaikan diri dengan baik di sekolah. Minat terhadap pendidikan berhubungan dengan minat dan pekerjaan. Remaja lebih menaruh minat pada pekerjaan-pekerjaan yang nantinya berguna dalam bidang pekerjaan yang dipilihnya.
Ada 3 macam remaja yang tidak berminat pada pendidikan dan biasanya membenci sekolah:
· Remaja yang orang tuanya memiliki cita-cita tinggi tidak realistik terhadap prestasi akademik, atletik, yang terus menerus mendesak untuk mencapai apa yang dia inginkan.
· Remaja yang tidak diterima oleh teman-teman sekelas.
· Remaja yang matang lebih awal yang merasa fisiknya lebih besar dibanding teman sekelasnya dan karena penampilannya lebih tua dari usia sesungguhnya, seringkali diharapkan berprestasi lebih baik di atas kemampuannyo.
5. Minat pada Pekerjaan
Anak SMA mulai memikirkan masa depan. Anak laki-laki lebih bersungguh-sungguh dari perempuan karena perempuan menganggap pekerjaan adalah pengisi waktu sebelum menikah.
Banyak anak laki-laki dari status sosial ekonomi rendah, berharap mencapai status yang lebih tinggi melalui pekerjaan. Perempuan dalam memilih pekerjaan, menekankan unsur melayani orang lain, seperti mengajar dan merawat.
Pada akhir masa remaja, minat pada karier sering menjadi sumber pikiran. Seperti diterangkan Thomas, pada saat tersebut remaja belajar membedakan antara pilihan pekerjaan yang lebih disukai dan pekerjaan yang dicita-citakan.
Selama masa kanak-kanak dan awal masa remaja, banyak anak laki-laki dan perempuan menilai berbagai macam jenis pekerjaan seperti hukum dan kedokteran, sesuai dengan stereotipe yang disajikan media massa. Menjelong dewasa, remaja mulai menilai pekerjaan tersebut menurut kemampuan, waktu dan biaya yang diperlukan untuk mengikuti latihan yang diperlukan dalam suatu pekerjaan.
6. Minat pada Agama
Minat pada agama antara lain tampak dengan membahas masalah agama mengikuti pelajaran agama di sekolah dan perguruan tinggi dan mengikuti berbagai macam upacara agama.
Sekarang kita mengkhawatirkan minat terhadap agama yang terjadi pada masa remaja ini. Hal ini terilhat dari kurangnya kecintaan remaja terhadap mesjid, mengaji, dll.
7. Minat pada Simbol Status
Selama masa remaja simbol status mempunyai empat fungsi:
· Menunjukkan pada orang lain bahwa remaja mempunyai status sosial ekonomi yang lebih tinggi daripada teman-teman lain dalam kelompok.
· Bahwa remaja mencapai prestasi yang tinggi
· Bahwa remaja bergabung dengan kelompok dan merupakan anggota yang diterima kelompok karena penampilan atau perbuatan yang sama dengan penampilan dan perbuatan anggota kelompok lain
· Remaja mempunyai status hampir dewasa dalam masyarakat.
Kalau misalnya remaja memiliki mobil sendiri, keluarga yang memiliki rumah yang besar lingkungan yang elite, membelanjakan uang tanpa harus bekerja, hal ini dapat menyatakan status sosial ekonomi yang tinggi.
Anak laki-laki yang tergabung dalam tim sekolah, dalam olahraga yang bergengsi, maka mereka menyatakan dirinya termasuk orang yang penting dalam kelompok sekolah.
Karena berkembang atau hampir menjadi dewasa mempunyai arti yang besar bagi semua remaja, mereka cenderung melibatkan diri dalam "kenikmaton tabu" seperti seks bebas, merokok, minum-minuman keras, obat-obaton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar